Kamis, 05 Juli 2012

Just Recomended to enjoying or hang out


[ Food Warehouse]
Bicara tentang makanan memang nggak ada habisnya. Apalagi jenis-jenis makanan unik di Ibukota yang bisa kamu nikmati setiap saat. Kali ini sebuah restoran yang terletak di kawasan Panglima Polim, Jakarta Selatan.
Cuminity tahu gudang kan? Yup, tempat untuk menyimpan barang-barang bekas. Nah, pernah ngebayangin nggak makan makanan enak di dalam gudang? Ih…, pasti banyak debu, kotoran, rumah laba-laba dan banyak hewan yang paling dibenci cewek-cewek, KECOA! KABUR….!!!
Tapi gudang yang satu ini bukan sembarang gudang. Sssttt…, gudang yang satu ini sangat banyak menyimpan makanan. Nggak kotor dan tempatnya cozy banget. Adalah
SINOU KAFFEE HOUSEN
sebuah restoran unik dengan konsep gudang. Seperti ini nih gambarannya. Ketika memasuki ruangan, kamu akan disambut dengan beberapa benda unik jaman dulu. Seperti koper bekas yang nggak layak pakai, pemutar piringan hitam dengan terompet yang menempel di bagian atas, bahkan ada telpon yang cara penggunaannya dengan cara diputar.




Wah…, benar-benar oldest banget deh. Oh.., iya, kamu juga akan menemukan benda setrikan arang yang digunakan untuk menghiasi sudut ruang restoran. Memasuki ruangan, tengoklah meja sebelah kanan. Nah, di situ adalah tempat cozy yang biasa digunakan para pengunjung untuk menikmati makanan. Jika pandangan kamu lurus dari pintu masuk, ada satu set meja dan kursi bak tempat makan raja dan ratu. Di situ kamu akan dijamu seperti raja dan ratu, dengan berbagai makanan khas di restoran tersebut.



Dan jika diperhatikan, property yang digunakan juga sesuai dengan konsep restoran. Serba jadul alias jaman dulu. Meja dari kayu biasa tanpa hiasan berwarna-warni, demikian juga dengan kursi kayu yang biasa digunakan orang jaman dulu. Semua memang terlihat seperti barang-barang rongsokan yang nggak terpakai.
Sang pemilik restoran, Mita Ilyana, wanita asli Jawa Tengah ini, yang gemar mengoleksi barang-barang kuno memang melampiaskan hobinya ke dalam restoran yang berusia 2 tahun itu. Rata-rata aksesoris atau hiasan yang dipakai di dalam restoran memang koleksi pribadi sang pemilik restoran.
Masih bicara tentang property yang ada dalam restoran. Jika kamu naik ke lantai atas, pemandangan sama akan terlihat di lantai dasar, semua serba kuno. Tapi di lantai atas dan bawah ada sebuah ruangan yang sifatnya pribadi. Ruangan yang cocok digunakan untuk meeting atau acara keluarga. Dan semua terlihat seperti di rumah sendiri.
Kalau kamu mau menggelar private party, bisa kok reserved salah satu ruangan tersebut. Tentunya semua serba kuno ya disertai dengan cahaya lampu yang nggak terlalu terang. Sehingga pengunjung betah menghabiskan waktu bersama keluarga atau teman di restoran tersebut.
Well, cukup ya bicara soal konsep restoran. Konsep boleh saja kuno, tapi jangan salah, makanan yang disajikan bukan berarti kuno ya. Rata-rata makanan yang disediakan di restoran yang banyak didatangi artis ini memang makanan western alias makanan Eropa.



ertama, makanan bernama Sinous Famous Ribs. Sajian daging iga khas dari Amerika yang disertai dengan salad dan kentang,Potongan demi potongan daging siap dilahap dan rasanya…, ehm…, dahsyat man! Gokil, endang bambang gulimbang alias enak banget. Dagingnya empuk dan salad serta kentangnya juga fresh.



Lanjut ke makanan selanjutnya, ada yang namanya Peach French Toast, dua tangkap roti tawar yang dicelup ke dalam air ditaburi dengan saos serta buah peach yang rasanya begitu segar. Dan menariknya, di atas roti terdapat satu skup es krim rasa vanilla yang begitu menyegarkan tenggorokan.
Kalau kamu kurang suka dengan buah peach, jangan khawatir karena Sinou menyediakan beberapa macam rasa. Ada stoberry, apel dan pisang
Namanya Baked Rice Sausage, nasi yang dimasak dengan butter, dipadu dengan sosis dan saos mushroom serta keju yang, wow…, kalau kata Ruben Onsu sih rasanya pemain banget. Euenak tenan, benar-benar nagih dan nggak mau berhenti untuk melahapnya.
Makanan ini salah satu jenis makanan yang banyak digemari pengunjung karena mungkin jarang ditemui di restoran yang lain.


Haus? Tenang, ada beberapa minuman yang wajib kamu coba. Ada yang namanya Lychee Iced Tea, segelas minuman rasa buah leci dimana di dalamnya terdapat dua buah leci segar yang siap disantap. Pas disaat Ibukota bercuaca panas. Lanjut ya! Kalau kamu penggemar coklat, kamu harus coba minuman yang satu ini. Namanya Chocolate Milk Shake, bukan sembarang milk shake ya, karena rasa coklatnya benar-benar nomor satu. Wow, apa yang ada dibayangan kamu? Ingin mencobanya kan?! 
Tunggu dulu, dua minuman lagi yang menjadi favorit di restoran ini. Namanya Hot Very Vanilla Late 
dan Capuccino. Dua minuman ini benar-benar jagoan dan rasa kopinya benar-benar membuat kamu melayang.

Gimana? Nggak sabar kan untuk hang out bareng teman-teman atau keluarga kamu? Rata-rata pengunjung memang remaja-remaja alias ABG. Mereka kadang menghabiskan waktu seharian untuk mengerjakan tugas sekolah karena mungkin suasananya memang selalu mendatangkan inspirasi. Begitu juga para pekerja kantoran yang menggelar rapat di salah satu ruangan dengan suasana yang sangat private.
Restoran ini buka setiap hari. Untuk weekdays, Sinou buka dari jam 11.00 WIB sampai dengan jam 24.00 WIB. Dan untuk weekend, sang pemilik menambah jam buka hingga pukul 01.00 WIB. Oh.., iya, ada informasi baru nih dari Sinou. Soal harga, nggak perlu khawatir, hanya berkisar 40.000 sampai 100.000 rupiah saja.

ingin lebih jelas silahkan 

Telephone:

+62 21 7258568




My Favourite band Jazz Indonesia


BLP
(Barry Likumahuwa Project)


vokalis Matthew Sayersz, drummer Jonas Wang, gitaris Henry Budidharma, keyboardist Doni Joesran, pemain saxophone Dennis Junio, dan Bassist kak Barry Likumahuwa




My Inspiration to become the bass player



KAK BARRY LIKUMAHUWA






My Favourite Cartoon



Kiluwa Zoldic



My Favourite Club Football




BARCELONA